Harmoni dalam Khidmat: Peran Strategis OKP Menyukseskan MTQ Sulawesi Selatan di Maros

banner 468x60

POSTIMUR MAROS – Kabupaten Maros kini tengah menjadi pusat perhatian. Sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, daerah ini tidak hanya sekadar menyediakan panggung bagi para qari dan qariah terbaik, tetapi juga menjadi simpul kebersamaan lintas elemen masyarakat. Di tengah kemeriahan tersebut, suara tegas dan visioner datang dari Ketua Ansor Maros, Abustan.

Dalam sebuah sesi diskusi sebagai narasumber, Abustan menekankan bahwa kesuksesan perhelatan akbar ini tidak bisa hanya dipikul oleh pemerintah daerah semata. Baginya, keterlibatan Organisasi Kemasyarakatan (OKP), khususnya yang berbasis keagamaan, adalah kunci vital yang mampu mengorkestrasi keberhasilan MTQ dari berbagai sisi.

Lebih dari Sekadar Perlombaan Abustan menyoroti bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi membaca ayat suci, melainkan momentum dakwah yang strategis. Ia mengajak OKP untuk menjadikan momen ini sebagai sarana menanamkan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an. Di tangan organisasi seperti Ansor, nilai-nilai spiritual Al-Qur’an dapat membumi, menyentuh hati para peserta maupun masyarakat yang hadir, sehingga syiar Islam terasa lebih hidup dan bermakna.

Garda Terdepan: Keamanan dan Kenyamanan Kehadiran Banser Maros di lapangan menjadi bukti nyata bagaimana OKP keagamaan mengambil peran praktis. Mereka bukan sekadar penonton, melainkan garda terdepan dalam menjaga ketertiban.

“Dukungan operasional, mulai dari pengamanan titik lokasi, pelayanan intensif bagi para kafilah, hingga penataan suasana agar tetap kondusif, adalah bentuk khidmat nyata kami,” ujar Abustan. Sinergi ini memastikan setiap rangkaian acara berjalan khusyuk tanpa gangguan, memberikan rasa aman bagi peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Sinergi Lintas Sektor: UMKM hingga Pemondokan Salah satu poin penting yang digarisbawahi Abustan adalah fleksibilitas OKP dalam membantu aspek teknis yang sering kali kompleks. Ia mendorong agar OKP dilibatkan dalam manajemen pendukung, seperti pengaturan UMKM lokal agar menggeliat selama acara, hingga koordinasi pemondokan bagi peserta dari kabupaten lain. Dengan manajemen yang rapi, keberadaan MTQ di Maros berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan dan memberikan kenyamanan bagi tamu daerah.

Memperkuat Ukhuwah, Membangun Keimanan Di akhir penjelasannya, Abustan menegaskan bahwa tujuan akhir dari pelibatan OKP ini adalah menciptakan “ekosistem kebersamaan”. Dengan bergotong-royong, sekat-sekat antar kelompok melebur dalam satu semangat: menyukseskan syiar Al-Qur’an.

“MTQ di Maros ini harus kita jadikan momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah. Ketika kita bekerja sama, kita tidak hanya menyukseskan satu acara, tetapi sedang membangun fondasi keimanan dan ketakwaan yang lebih kuat bagi seluruh warga,” pungkasnya.

Langkah yang diambil Ansor Maros di bawah komando Abustan menjadi pengingat bahwa ketika organisasi kemasyarakatan turun tangan dengan semangat pengabdian, maka sebuah perhelatan besar tidak hanya akan tercatat sukses di atas kertas, tetapi juga membekas di hati masyarakat sebagai cerminan kebersamaan yang kokoh.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *