POSTIMUR MAROS – Kabupaten Maros bersiap menapak usia baru. Enam puluh tujuh tahun bukanlah sekadar angka, melainkan rekam jejak panjang sebuah daerah yang terus berbenah di tengah dinamika zaman. Namun, ada yang berbeda pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Maros yang jatuh pada Juli 2026 mendatang. Tidak ada pesta pora yang berlebihan atau panggung megah yang menyedot anggaran besar. Tahun ini, Kabupaten Maros memilih jalan “khidmat dalan kesederhanaan.”
Spiritualitas dan Kebersamaan di Garis Depan
Rangkaian perayaan akan dibuka dengan sebuah oase ketenangan. Tepat pada hari jadi kabupaten, yakni 4 Juli 2026, Bupati Maros, Chaidir Syam, mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk menundukkan kepala sejenak.
“Insyaallah tanggal 4, di harinya, kita akan melaksanakan secara sederhana doa dan zikir bersama,” ungkap Chaidir. Langkah ini menegaskan bahwa sebelum melangkah lebih jauh ke masa depan, Maros ingin bersyukur atas segala pencapaian dan memohon perlindungan untuk tantangan yang akan datang.
Keesokan harinya, Minggu, 5 Juli 2026, suasana khidmat akan berganti dengan keceriaan yang sehat. Kawasan Car Free Day akan menjadi saksi ribuan langkah kaki para ASN, PPPK, dan masyarakat umum dalam kegiatan jalan santai. Di sini, sekat-sekat birokrasi dilebur melalui keringat dan tawa, membuktikan bahwa kebersamaan tidak harus mahal; ia hanya butuh kehadiran dan niat yang tulus.
Simbol Kemajuan: Jembatan Kembar dan Sinergi Provinsi
Meski dikemas sederhana, HUT ke-67 ini tetap menyisipkan momentum pembangunan yang monumental. Puncak peringatan pada 7 Juli 2026 akan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Kehadiran orang nomor satu di Sulsel ini bukan sekadar menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Maros, melainkan juga untuk menandai dimulainya babak baru infrastruktur daerah.
Gubernur dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jembatan kembar. Proyek ini menjadi simbol bahwa meski anggaran sedang diefisiensikan, pembangunan strategis yang menyentuh urat nadi transportasi dan ekonomi masyarakat Maros tetap menjadi prioritas utama.
Efisiensi Anggaran: Sebuah Pesan Bijak
Satu hal yang mencuri perhatian pada perayaan kali ini adalah komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Maros terhadap efisiensi anggaran. Sekretaris DPRD Maros, Kartono, mengungkapkan bahwa anggaran rapat paripurna HUT kali ini “hanya” dialokasikan sekitar Rp52 juta—angka yang sangat ramping jika dibandingkan dengan kemeriahan tahun-tahun sebelumnya yang biasa digelar di Lapangan Pallantikang.
Tamu undangan pun dibatasi hanya 300 orang, berfokus pada internal dan tokoh-tokoh kunci. Tidak ada undangan untuk kabupaten tetangga maupun instansi vertikal lainnya. Keputusan ini diambil bukan karena mengecilkan arti perayaan, melainkan sebagai bentuk adaptasi cerdas terhadap kondisi keuangan daerah.
Bupati Chaidir Syam menekankan bahwa esensi dari hari jadi bukanlah pada kemewahan seremonialnya, melainkan pada penguatan simpul persaudaraan. “Kami berharap momentum hari jadi tetap menjadi ajang mempererat kebersamaan dan mendoakan kemajuan Kabupaten Maros,” tuturnya.
Penutup
HUT ke-67 Kabupaten Maros tahun 2026 mengajarkan kita satu hal penting: bahwa martabat sebuah daerah tidak diukur dari seberapa besar kembang api yang dilesakkan ke langit, melainkan dari seberapa bijak pemimpinnya mengelola amanah dan seberapa kuat rakyatnya bersatu dalam doa dan langkah nyata.
Selamat ulang tahun yang ke-67, Kabupaten Maros. Dalam kesederhanaan, semoga keberkahan dan kemajuan terus mengalir bagi seluruh masyarakat Butta Salewangang.





