POSTIMUR JAKARTA – Kabupaten Maros menunjukkan langkah proaktif dan strategis dalam memperkuat kapasitasnya di bidang penanganan bencana, khususnya kebakaran dan penyelamatan. Dalam sebuah pertemuan penting di Jakarta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, yang diwakili langsung oleh Bupati Chaidir Syam dan Wakil Bupati Muetazim Mansyur, secara resmi mengajukan permohonan bantuan hibah kendaraan pemadam kebakaran dan alat pelindung diri (APD) kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pertemuan dengan jajaran Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri ini menjadi momentum krusial bagi Maros untuk menyampaikan kebutuhan mendesak yang belum dapat dipenuhi sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Maros, Muhammad Jalaluddin Roem Nurdin, menegaskan bahwa kunjungan ini adalah jembatan penghubung untuk mendapatkan dukungan pusat demi optimalisasi layanan kepada masyarakat.
Armada Baru dan APD untuk Pelayanan Prima
Bupati Chaidir Syam menekankan bahwa tambahan armada dan perlengkapan pemadam kebakaran adalah keniscayaan untuk mendukung pelayanan yang semakin meningkat di Kabupaten Maros. “Kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat melalui bantuan hibah kendaraan dan perlengkapan damkar untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di Kabupaten Maros,” ujarnya dengan penuh harap. Penambahan kendaraan modern dan APD yang memadai bukan hanya sekadar fasilitas, melainkan investasi vital untuk memastikan keselamatan personel serta efektivitas dalam merespons insiden kebakaran.
Membangun Jaringan Relawan Hingga ke Pelosok Desa
Tidak hanya mengandalkan bantuan armada, Pemkab Maros juga berpikir jauh ke depan dengan menyampaikan rencana ambisius pembentukan relawan kebakaran dan penyelamatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Inisiatif ini menargetkan pembentukan 200 relawan yang akan menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan dini kebakaran di tengah masyarakat.
Para relawan ini nantinya akan dikukuhkan langsung oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, menandakan pengakuan resmi terhadap peran strategis mereka. Chaidir Syam optimistis bahwa keberadaan relawan ini akan menjadi tulang punggung yang memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya. Ini adalah langkah maju dalam membangun budaya tanggap bencana dari akar rumput.
Dukungan Program Nasional dan Koordinasi Lintas Sektor
Mantan Ketua DPRD Maros itu juga menegaskan komitmen Pemkab Maros untuk siap mendukung berbagai program nasional di bidang kebakaran dan penyelamatan. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, pihaknya akan berkoordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan guna menyiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun sarana pendukung.
“Kami ingin memastikan Maros siap mendukung program-program nasional di sektor kebakaran dan penyelamatan, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun sarana pendukungnya,” tegas Chaidir Syam, menyoroti visi holistik daerahnya dalam mitigasi dan penanganan bencana.
Langkah proaktif Pemkab Maros ini mencerminkan keseriusan dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan warganya. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan partisipasi aktif masyarakat melalui relawan, Kabupaten Maros bersiap membangun fondasi yang lebih kokoh untuk menghadapi tantangan bencana di masa depan, mewujudkan pelayanan publik yang optimal dan masyarakat yang lebih tangguh.





