Fajar Baru Pendidikan Maros: Dr. Haeruddin, Putra Terbaik Bontoa, Resmi Dilantik Sebagai Dekan di IAI DDI Maros

Pos Timur, MAROS – Ruang Pola Kantor Bupati Maros hari ini menjadi saksi sejarah baru dalam peta pendidikan tinggi di Kabupaten Maros. Dalam suasana yang khidmat dan sarat akan nilai-nilai akademis, Dr. Haeruddin, S.H.I., M.H., secara resmi dilantik sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam (IAI) DDI Maros pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pelantikan ini bukan sekadar rotasi kepemimpinan biasa, melainkan sebuah momentum krusial bagi penguatan tata kelola perguruan tinggi di Maros. Lebih dari itu, peristiwa ini adalah bukti nyata sekaligus bentuk kepercayaan tinggi terhadap kapasitas sumber daya manusia lokal dalam memimpin lembaga pendidikan tinggi ke arah yang lebih modern dan berdaya saing.

Dari Bontoa untuk Dunianya Pendidikan Islam

Lahir dan tumbuh di Kecamatan Bontoa, sebuah wilayah yang dikenal dengan karakter masyarakatnya yang religius dan tangguh, Dr. Haeruddin membawa harapan besar di pundaknya. Pengangkatannya sebagai Dekan disambut dengan rasa bangga yang membuncah oleh masyarakat Maros, khususnya warga Bontoa.

“Ini adalah kebanggaan kolektif bagi kami di Bontoa. Dr. Haeruddin membuktikan bahwa anak daerah, dengan ketekunan, integritas, dan kerja keras, mampu menduduki posisi strategis di dunia akademis,” ujar salah satu pemuda Bontoa, Riyan Restu Hidayat, S.Sos.,M.H.

Prosesi pelantikan dihadiri langsung oleh unsur pimpinan IAI DDI Maros, segenap civitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan. Langkah kaki Dr. Haeruddin menuju podium pelantikan tidak hanya mencerminkan pencapaian pribadi, tetapi juga manifestasi dari mimpi kolektif masyarakat Butta Salewangang untuk melihat putra daerahnya menjadi pelopor kemajuan intelektual.

Kehangatan Keluarga dan Dukungan Penuh Istri tercinta

Dibalik ketegasan dan visi besar kepemimpinannya, Dr. Haeruddin didampingi oleh sosok istri tepercaya yang selalu setia memberikan dukungan moral, dr. Fatma Arif, S.Ked. Kehadiran dr. Fatma di sampingnya sepanjang prosesi pelantikan menambah nuansa hangat dan penuh berkah.

Sinergi antara sektor kesehatan yang diwakili oleh sang istri dan sektor pendidikan yang digeluti Dr. Haeruddin menjadi simbol harmonis bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan dari berbagai lini kehidupan. Dukungan keluarga inilah yang diyakini akan menjadi pilar kekuatan bagi Dr. Haeruddin dalam menjalankan amanah baru yang penuh tantangan ini.

Visi Besar: Akademik, Riset, dan Pengabdian

Tantangan di era disrupsi menuntut Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAI DDI Maros untuk bergerak cepat. Di bawah komando Dr. Haeruddin, fakultas ini diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam kajian hukum Islam dan ekonomi syariah.

Dalam visi kepemimpinannya, Dr. Haeruddin ditargetkan untuk:

Meningkatkan Mutu Akademik: Menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri modern tanpa kehilangan esensi nilai-nilai keislaman.
Memperkuat Penelitian: Mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif melakukan riset yang solutif terhadap isu-isu sosial dan ekonomi masyarakat.
Memperluas Pengabdian: Memastikan bahwa ilmu yang diproduksi di kampus tidak hanya menjadi menara gading, melainkan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga Maros dan sekitarnya.

“Amanah ini adalah tanggung jawab yang besar. Kami ingin memastikan bahwa lulusan dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAI DDI Maros tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang kokoh dan siap menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ungkap Dr. Haeruddin dalam sebuah kesempatan setelah pelantikan.

Menatap Masa Depan

Pelantikan Dr. Haeruddin, S.H.I., M.H., sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAI DDI Maros mengembuskan angin segar dan harapan baru. Dengan integritas yang terjaga, dedikasi tanpa batas, serta kecintaan yang mendalam pada tanah kelahirannya, ia kini bersiap menakhodai fakultas menuju era kejayaan baru.

Bagi Kabupaten Maros, hari ini bukan hanya tentang pelantikan seorang dekan, melainkan tentang penegasan bahwa dari tanah Bontoa, telah lahir seorang pemimpin akademis yang siap mencetak generasi emas masa depan.(Rh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *