Pos Timur, MAROS – Isu mengenai masalah air bersih di Kecamatan Bontoa terus memanas dan dikaitkan dengan peran serta tanggung jawab politisi hingga pejabat yang menduduki posisi strategis di lembaga legislatif dan pemerintahan.,Rabu (05/08/2026).
Setelah Anggota DPRD Maros yang merupakan perwakilan suara rakyat Bontoa mendapatkan sorotan tajam atas kinerja dan keseriusan mereka memperjuangkan solusi air bersih, kali ini Camat Bontoa, Maudu turut diuji sejauh mana keberpihakannya dalam mengkoordinasikan masalah air ini.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros telah membangun booster air bersih tahun 2024 di Dusun Tangkuru, Kecamatan Lau. Booster tersebut disiapkan guna mengatasi krisis air bersih di Kecamatan Bontoa khususnya di desa-desa pesisir. Secara teori booster itu bertujuan untuk menampung air dari Bantimurung, kemudian air tersebut selanjutnya akan dialirkan ke rumah-rumah masyarakat di Bontoa yang sudah puluhan tahun mengalami kekurangan air bersih, terlebih lagi pada saat musim kemarau.
Namun, faktanya hingga 2026 booster itu belum berfungsi untuk menjangkau air ke wilayah pesisir Kecamatan Bontoa yang paling terdampak kekeringan.
Saat dikonfirmasi kepada sejumlah Anggota DPRD Maros Dapil 2, politisi NasDem sekaligus wakil rakyat di parlemen, Akbar Rusdi beralasan minimnya anggaran karena faktor efisiensi dari pusat, sementara anggota parlemen lainnya memilih diam dan tidak merespon permintaan klarifikasi dari wartawan.
Sementara itu, Camat Bontoa, Maudu mengatakan pihaknya tidak bisa mengomentari keberadaan dan manfaat booster yang telah dibangun itu karena berada diluar wilayah Kecamatan Bontoa.
“Tangkuru bukan wilayah Bontoa,” ujar Maudu dalam keterangan tertulis kepada media, pada 26 Juli 2026.
Maudu juga mengaku tidak mengetahui penyebab booster yang menghabiskan anggaran Rp4 miliar itu belum berfungsi dan meminta agar hal tersebut ditanyakan kepada pihak yang membangun proyek itu.
“Kenapa saya jawab bukan di Bontoa itu booster karena terkait dengan wilayah, klo masalah belum terealisasi (belum berfungsi), mungkin lebih pas kita tanyakan ke pihak yg membangun dan lebih tahu teknisnya,” tutupnya singkat.





