Membangun Kemandirian dari Desa: Diklat Kampung Sejahtera di Minasa Upa Maros Sukses Terlaksana

POSTIMUR MAROS – Langkah nyata menuju kemandirian ekonomi dan penguatan kapasitas sosial kembali ditunjukkan di Kabupaten Maros. Bertempat di Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kampung Sejahtera sukses diselenggarakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 Agustus 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) Makassar ini disambut dengan antusiasme tinggi. Puluhan peserta hadir memenuhi lokasi pelatihan, yang terdiri dari berbagai elemen strategis masyarakat, mulai dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, pengurus Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), pelaku UMKM, hingga berbagai pilar sosial lainnya di wilayah tersebut.

Sinergi Sebagai Kunci Keberhasilan

Kepala Desa Minasa Upa, Rusman, S.Sos, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada BBPKS Makassar atas kepercayaan menjadikan desanya sebagai lokus pelatihan. Menurut Rusman, program-program pemberdayaan tidak akan bisa berjalan maksimal jika berjalan sendiri-sendiri.

“Keberhasilan program kesejahteraan hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kuat antara pemerintah desa, Kementerian Sosial, para pendamping sosial, pilar-pilar sosial, dan tentu saja masyarakat itu sendiri,” ujar Rusman.

Ia menambahkan bahwa momentum ini harus menjadi titik balik bagi warga Desa Minasa Upa untuk naik kelas. “Kami berharap ilmu, keterampilan, dan wawasan yang diperoleh selama pelatihan ini tidak berhenti di sini, melainkan langsung diterapkan dan dikembangkan. Tujuannya satu: memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat di desa kami,” tegasnya.

Kolaborasi Antar Pilar Sosial

Apresiasi senada juga datang dari perwakilan Pilar-Pilar Sosial Kecamatan Bontoa, Riyan RH. Ia menilai bahwa Program Kampung Sejahtera ini merupakan wadah kolaborasi yang sangat efektif dalam menangani berbagai masalah sosial sekaligus memperkuat pemberdayaan di akar rumput.

Riyan secara khusus juga memberikan pujian kepada para Pendamping SDM PKH yang dianggap sebagai “mesin penggerak” di lapangan. “Terima kasih kepada rekan-rekan Pendamping PKH atas dedikasi dan perannya dalam mengawal program ini dengan sangat baik, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan,” ungkap Riyan.

Visi Jangka Panjang: Kemandirian Ekonomi

Program Kampung Sejahtera dari Kementerian Sosial RI ini memang dirancang bukan sekadar sebagai bantuan jangka pendek. Pelatihan ini menitikberatkan pada tiga aspek utama: pengetahuan, keterampilan, dan motivasi.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan KPM dalam mengelola sumber daya keluarga, sekaligus memperkuat kapasitas pilar sosial. Kita ingin mendorong kemandirian ekonomi sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan, melainkan mampu menciptakan kesejahteraan secara berkelanjutan,” tutup Riyan RH.

Dengan berakhirnya diklat ini, Desa Minasa Upa diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Maros dalam hal kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan masyarakat yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *