POSTIMUR MAKASSAR – Kota Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum gerakan intelektual perempuan di Sulawesi Selatan. Bertempat di tengah deru semangat aktivisme mahasiswa, Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Makassar secara resmi membuka gelaran Sekolah Kader Kopri (SKK). Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah ikhtiar besar dalam mencetak sahabat(i)-Sahabat(i) tangguh yang siap menjawab tantangan zaman.
Momentum istimewa ini dibuka langsung oleh Ketua Bidang Kaderisasi Kopri Pengurus Besar (PB) PMII. Kehadirannya memberikan sinyal kuat bahwa konsolidasi kaderisasi di Makassar menjadi perhatian serius di level nasional.
Sinergi Akademisi, Praktisi, dan Pemerintah
Pembukaan SKK kali ini terasa sangat berbobot dengan hadirnya deretan tokoh lintas sektor yang memberikan dukungan penuh. Di antaranya adalah Prof. Dr. Laode Husain, SH., MH., selaku Direktur Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang memberikan perspektif akademis mengenai pentingnya kapasitas intelektual bagi kader perempuan.
Tak ketinggalan, Mardiana Rusli, S.E., M.Ikom, Ketua Bawaslu Sulsel, turut hadir memberikan suntikan motivasi. Sebagai sosok perempuan yang kini memimpin lembaga krusial di tingkat provinsi, kehadiran Mardiana menjadi bukti nyata bahwa proses kaderisasi di PMII mampu melahirkan pemimpin publik yang berintegritas.
Dari sisi pemerintah, Dr. Fatur Rahim, ST., MT., Kepala Kesbangpol Kota Makassar, hadir mewakili Pemerintah Kota Makassar. Kehadirannya menegaskan bahwa pemerintah kota melihat PMII, khususnya Kopri, sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Daeng. Turut hadir pula jajaran Pengurus Kopri PKC PMII Sulawesi Selatan yang menambah kekhidmatan acara.
Makassar sebagai “Pemantik” Kaderisasi Indonesia Timur
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Ketua PC PMII Kota Makassar menekankan bahwa percepatan kaderisasi adalah harga mati. Baginya, SKK adalah instrumen utama untuk memastikan estafet kepemimpinan perempuan tidak terputus.
“Percepatan kaderisasi di Kota Makassar harus menjadi prioritas utama program kami,” tegasnya di hadapan para peserta.
Ia juga melontarkan visi besar mengenai peran strategis geografis dan geopolitik Makassar. Menurutnya, Makassar bukan hanya sebuah kota, melainkan “Pintu Gerbang Indonesia Timur.”
“Kaderisasi perlu didorong kuat dari Makassar. Kami ingin denyut nadi kaderisasi di sini menjadi pemantik bagi kabupaten dan kota lainnya, khususnya di Sulawesi Selatan. Jika Makassar bergerak cepat, maka daerah-daerah lain di sekitarnya akan ikut terakselerasi,” lanjutnya optimis.
Inkubator Kepemimpinan Perempuan
SKK PMII Kota Makassar diharapkan menjadi inkubator yang tidak hanya membekali kader dengan teori gender dan organisasi, tetapi juga keterampilan praktis dalam kepemimpinan dan analisis sosial. Dengan kurikulum yang ketat dan narasumber yang mumpuni, kegiatan ini diharapkan melahirkan kader Kopri yang militan, moderat, dan mandiri.
Genderang kaderisasi telah ditabuh. Dari Kota Makassar, pesan tentang pemberdayaan dan kemajuan perempuan PMII dikirimkan ke seluruh pelosok Sulawesi Selatan. Masa depan kepemimpinan perempuan di Indonesia Timur, tampaknya, sedang dipersiapkan dengan sangat serius di sini.
#PMIIKotaMakassar #KopriPMII #SKK2026 #KaderisasiPerempuan #GerbangTimur





