POSTIMUR MAROS – Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan keluarga di era digital, Universitas Handayani Makassar bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandai menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Capacity Building Literasi Keuangan dan Ketahanan Keluarga: Ikhtiar Mewujudkan Keluarga Sakinah Maslahat di Era Digital 4.0”. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, dengan melibatkan Majelis Taklim Nurul Mukminin sebagai kelompok sasaran binaan penyuluh agama KUA Mandai.,Kamis (11/06/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh para ibu rumah tangga dan anggota majelis taklim tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga, membangun relasi yang harmonis, serta memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Mandai, Muh. Tang menyampaikan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sejahtera. Oleh karena itu, penguatan kapasitas keluarga melalui literasi keuangan dan ketahanan keluarga menjadi langkah strategis untuk mendukung terwujudnya keluarga sakinah maslahat yang mampu menghadapi tantangan zaman.
Sebagai narasumber pertama, Prof. Dr. H. Mashur Razak, S.E., M.M., Direktur Pasca sarjana Universitas Handayani Makassar, menyampaikan materi mengenai Literasi dan Inklusi Keuangan Keluarga. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya kemampuan keluarga dalam memahami, mengelola, dan mengambil keputusan keuangan secara bijak, mulai dari penyusunan anggaran rumah tangga, pengendalian pengeluaran, pengelolaan tabungan, hingga perencanaan keuangan jangka panjang. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya pemanfaatan layanan keuangan formal yang aman dan terpercaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Herlinah, S.Kom., M.Si., Dosen Universitas Handayani Makassar, membawakan materi mengenai Ketahanan Keluarga di era digital 4.0. Dalam paparannya, Herlinah menjelaskan bahwa perkembangan media sosial, e-commerce, layanan keuangan digital, serta teknologi komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan keluarga modern. Kemudahan yang ditawarkan teknologi memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan baru berupa perubahan gaya hidup, perilaku konsumtif, tekanan ekonomi, serta menurunnya kualitas komunikasi keluarga, hingga meningkatnya potensi konflik dalam rumah tangga.
Menurut Herlinah, ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekonomi yang baik, tetapi juga oleh kemampuan keluarga dalam membangun komunikasi yang terbuka, saling percaya, memberikan dukungan emosional, serta memperkuat nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Keluarga yang tangguh bukanlah keluarga yang tidak pernah menghadapi masalah, melainkan keluarga yang mampu beradaptasi, bekerja sama, dan bangkit bersama ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, peserta juga diajak merefleksikan bagaimana penggunaan media sosial, belanja daring, serta layanan digital lainnya memengaruhi pola konsumsi dan hubungan dalam keluarga. Melalui pendekatan yang interaktif, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola keuangan secara bijak, serta menjaga kualitas komunikasi keluarga di tengah derasnya arus informasi digital.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan positif dari peserta yang merasa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi kehidupan keluarga saat ini. Selain menambah wawasan mengenai pengelolaan keuangan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa keluarga yang harmonis dan tangguh merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai perubahan di era digital.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementerian Agama, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat menuju terwujudnya keluarga sakinah, maslahat, dan sejahtera menuju Society 5.0.





