Jeritan Maros: Ratusan Kursi Guru Kosong, Masa Depan Pendidikan di Ujung Tanduk!

POSTIMUR MAROS – Matahari baru saja naik di ufuk timur Kabupaten Maros, namun bayang-bayang kekhawatiran sudah menyelimuti ruang-ruang kelas. Bukan karena ancaman bencana alam, melainkan ancaman yang lebih subtil, namun fundamental: kurangnya pahlawan tanpa tanda jasa, para guru. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros, Asri Rajab, tak bisa menyembunyikan kegelisahan saat mengungkapkan angka yang mengejutkan: Maros masih membutuhkan 475 orang guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).,Rabu (290/04/2026).

Angka 475 itu bukan sekadar statistik. Ia adalah cerminan dari ruang-ruang kelas yang sepi, mata pelajaran yang terpaksa dirangkap, dan potensi anak-anak Maros yang mungkin tidak tergali optimal. Di tingkat SD saja, 348 guru sangat dibutuhkan, dengan kekosongan yang paling mendesak untuk guru kelas dan guru olahraga. Bayangkan, bagaimana anak-anak SD menemukan bakat terpendam mereka dalam olahraga jika tidak ada guru yang membimbing? Atau bagaimana mereka mendapatkan perhatian personal di kelas yang gurunya kewalahan dengan jumlah siswa?

Kondisi serupa terjadi di jenjang SMP, di mana 127 guru mata pelajaran ditunggu kehadirannya. Meskipun jenis mata pelajaran spesifik masih dalam pendataan, bisa dibayangkan betapa vitalnya peran satu guru mata pelajaran dalam membentuk pemahaman dan minat siswa di usia krusial tersebut. “Kebutuhan ini sangat mendesak dan harus segera dicarikan solusinya,” tegas Asri Rajab pada Rabu, 29 April 2026.

Keterbatasan ASN dan Terputusnya Jalur Honorer Baru

Lantas, apa akar permasalahan dari krisis ini? Asri menjelaskan bahwa biang keladinya adalah keterbatasan tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN). Dulu, lubang-lubang kekosongan guru seringkali ‘ditambal’ dengan merekrut guru honorer. Namun, angin kebijakan telah berubah. “Kalau guru honorer ini sudah tidak bisa lagi masuk di sekolah-sekolah,” ujarnya. Pintu untuk perekrutan guru honorer baru kini tertutup rapat, membuat kepala sekolah dan pengelola pendidikan di Maros kebingungan mencari cara untuk mengisi kekosongan yang kian menganga.

Menanti Formasi CPNS 2026: Sebuah Harapan yang Menggantung

Pemerintah Kabupaten Maros, melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), tentu tidak tinggal diam. Usulan formasi guru untuk mekanisme penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 telah diajukan. Ini adalah secercah harapan. Namun, ada ganjalan besar yang membuat harapan itu masih menggantung: “Sudah kita usulkan untuk perencanaan CPNS 2026, tapi belum tahu berapa formasi guru yang akan disetujui,” jelas Asri. Ketidakpastian ini menciptakan bayang-bayang panjang, seolah Maros sedang menanti keputusan yang akan menentukan nasib ribuan anak didiknya.

PPPK dan Guru Honorer Lama: Penyelamat di Garis Depan

Di tengah badai kekurangan ini, ada dua jangkar penyelamat yang tak bisa diabaikan. Pertama, kehadiran tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mulai sedikit banyak membantu mengisi kekosongan. Mereka adalah bukti komitmen pemerintah dalam mencari solusi jangka menengah. Kedua, dan tak kalah penting, adalah dedikasi para guru honorer lama yang masih setia mengabdi di sekolah-sekolah Maros. Tanpa status kepegawaian yang pasti, mereka tetap berjuang, melangkah setiap hari ke kelas, membagikan ilmu, dan membakar semangat anak-anak. Mereka adalah tulang punggung tak terlihat, pahlawan sejati yang terus berdiri tegak meski badai datang silih berganti.

Kekurangan guru di Maros bukan sekadar angka. Ini adalah potret perjuangan pendidikan di garis depan, di mana para pahlawan tanpa tanda jasa berjuang keras di tengah keterbatasan. Demi masa depan Maros yang lebih cerah, percepatan persetujuan formasi CPNS dan dukungan berkelanjutan bagi guru PPPK serta honorer lama adalah investasi tak ternilai yang harus segera diwujudkan. Sebab, tanpa guru yang cukup, fondasi pendidikan yang kokoh akan sulit untuk terbangun, dan masa depan generasi Maros akan terus berada di ujung tanduk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *