Denyut Harapan di Pajukukang: Laporan Pertanggungjawaban Bumdes Jaya Pesisir

POSTIMUR MAROS – Mentari Pagi Itu, 30 Maret 2026, di Aula Kantor Desa Pajukukang, sebuah ketenangan berbalut antisipasi melingkupi udara. Cahaya Mentari yang menelusup dari jendela menerangi wajah-wajah serius, namun penuh harap yang berkumpul. Bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah pertaruhan masa depan, sebuah titik refleksi atas perjalanan ekonomi desa yang telah dilalui: Musyawarah Desa Laporan Pertanggung Jawaban Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Pesisir untuk tahun anggaran 2025.

Aula yang biasanya menjadi saksi bisu berbagai kegiatan administratif, kini dipenuhi oleh representasi terbaik dari Desa Pajukukang. Di barisan terdepan, nampak hadir tokoh-tokoh penting yang menjadi pilar pembangunan. Sekretaris Camat Bontoa, Bapak H. Maing, S.Ip., dengan tenang mewakili Pemerintah Kecamatan, kehadirannya menunjukkan dukungan dan pengawasan dari tingkat yang lebih tinggi. Di sampingnya, Kepala Desa Pajukukang, Bapak Saharuddin, menyambut setiap hadirin dengan senyum hangat khasnya, memancarkan aura kepemimpinan yang merakyat.

Ketua BPD Desa Pajukukang, Bapak Akbar Sahabaka, duduk dengan tatapan tajam, siap mengawal transparansi dan akuntabilitas. Pendamping Lokal Desa, Ibu Halija, terlihat siap dengan catatan dan saran konstruktifnya, menjadi jembatan antara kebijakan dan implementasi di lapangan. Tak ketinggalan, Ketua Kopdes Merah Putih Desa Pajukukang, Bapak A. Syarifuddin, yang akrab disapa Puang Ngesa, hadir dengan kharisma sesepuh dan pejuang ekonomi kerakyatan. Dan yang paling penting, para Ketua RT se-Desa Pajukukang, sebagai representasi langsung suara masyarakat, memenuhi kursi-kursi yang tersedia, membawa serta aspirasi dan harapan dari setiap lorong dan rumah di Pajukukang.

Pukul Sembilan, suasana hening ketika direktur BUMDes Jaya Pesisir, Bapak Tasmin, melangkah maju ke podium. Dengan tatapan mata yang tenang namun penuh keyakinan, ia memulai presentasinya. Di tangannya, selembar kertas bukan hanya berisi angka-angka, melainkan cerminan kerja keras, inovasi, dan dedikasi sepanjang tahun 2025.

Bapak Tasmin menyampaikan laporan pertanggungjawaban dengan cermat dan lugas, merinci setiap program kerja yang telah dijalankan sesuai target. Bukan sekadar laporan keuangan, melainkan narasi tentang bagaimana BUMDes Jaya Pesisir berhasil menjadi denyut nadi baru bagi Pajukukang. Ia memaparkan peningkatan pendapatan dari unit usaha perikanan yang dikelola secara modern, keberhasilan program wisata bahari berbasis komunitas yang mulai menarik perhatian luar, serta pengembangan kerajinan tangan lokal yang kini menyentuh pasar yang lebih luas.

Angka-angka yang dipresentasikan bukan hanya deretan digit, melainkan cerita tentang peningkatan pendapatan nelayan, peluang kerja bagi pemuda-pemudi yang tak lagi harus merantau jauh, dan geliat ekonomi lokal yang semakin terasa. Ada kepuasan dalam suaranya ketika menjelaskan program pelatihan kewirausahaan bagi ibu-ibu rumah tangga, atau inisiatif pelestarian mangrove yang juga menjadi daya tarik ekowisata. Setiap poin program kerja tahun 2025 dibedah tuntas, lengkap dengan realisasi anggaran dan capaian indikator.

Diskusi pun mengalir setelah presentasi. Para Ketua RT, sebagai representasi langsung warga, mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan yang konstruktif. Ada pertanyaan tentang keberlanjutan program, usulan untuk diversifikasi produk, hingga permintaan untuk meningkatkan jangkauan manfaat BUMDes ke dusun-dusun yang lebih terpencil. Bapak Tasmin, dibantu oleh timnya, menjawab setiap pertanyaan dengan transparan, menunjukkan kesiapan BUMDes untuk terus berbenah dan tumbuh.

Kepala Desa Saharuddin, dengan senyum mengembang, melengkapi laporan tersebut dengan visi masa depan, menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung BUMDes Jaya Pesisir sebagai lokomotif ekonomi desa. Sekretaris Camat Bontoa, H. Maing, S.Ip., memberikan apresiasi tinggi atas capaian BUMDes, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat sebagai kunci keberhasilan pembangunan.

Suara bijak A. Syarifuddin atau Puang Ngesa, Ketua Kopdes Merah Putih, menambah kedalaman musyawarah. Ia mengingatkan tentang pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan kearifan lokal dalam setiap langkah pembangunan ekonomi, agar BUMDes tidak hanya maju secara finansial tetapi juga memperkuat ikatan sosial masyarakat Pajukukang. Ketua BPD Akbar Sahabaka menegaskan bahwa laporan tersebut telah memenuhi standar akuntabilitas, menunjukkan tata kelola yang baik.

Malam semakin larut, namun semangat yang membara tak padam. Musyawarah Desa Laporan Pertanggung Jawaban BUMDes Jaya Pesisir tahun anggaran 2025 di Pajukukang pada Senin, 30 Maret 2026 itu, berakhir dengan sebuah kesimpulan yang melegakan: BUMDes Jaya Pesisir telah menjalankan amanahnya dengan baik. Laporan pertanggungjawaban ini bukan akhir, melainkan pijakan kokoh untuk melangkah lebih jauh. Sebuah janji yang terbukti, sebuah harapan yang kini semakin nyata, bahwa dengan kebersamaan dan transparansi, Desa Pajukukang akan terus melaju menuju kemandirian dan kesejahteraan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *