POSTIMUR MAROS – Aura sportivitas dan semangat patriotisme menyelimuti Gedung Serbaguna Kabupaten Maros. Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat tahun 2026 resmi digelar, menjadi panggung pembuktian bagi para pesilat terbaik dari seluruh penjuru Bumi Butta Salewangang.
Perhelatan akbar ini sukses menarik animo yang luar biasa, dengan total 318 atlet dari berbagai kecamatan yang siap berlaga. Kejurkab tahun ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni tingkat Pelajar dan Dewasa, yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp10 juta.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maros. Tampak hadir Bupati Maros, Dandim 1422 Maros, Kapolres Maros, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros. Dukungan penuh juga datang dari berbagai pihak, termasuk pengurus KONI Maros, Kepala UPTD Cabang Dinas Wilayah 1 Provinsi, pengurus IPSI Pemprov, Ketua IGORNAS Maros, hingga Direktur Utama PDAM Maros.
Mencetak Bibit Unggul Masa Depan
Ketua Panitia Kejurkab Pencak Silat, Syahril, S.Sos., mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Baginya, gelaran ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan langkah strategis untuk memetakan bakat-bakat emas yang dimiliki Kabupaten Maros.
“Saya pribadi merasa sangat bersyukur dapat menjadi salah satu pelopor dalam kegiatan Kejurkab ini. Tujuan utama kita adalah menjaring, menyaring, dan mendapatkan potensi bibit-bibit unggul pesilat terbaik daerah yang nantinya dapat mengharumkan nama Maros di kancah yang lebih tinggi,” ujar Syahril di sela-sela perlombaan.
Komitmen Keberlanjutan
Tidak berhenti sebagai ajang seremonial, Syahril menegaskan komitmen panitia dan IPSI Maros agar turnamen ini menjadi agenda tahunan yang wajib eksis. Menurutnya, kesinambungan sebuah event adalah kunci bagi perkembangan kualitas atlet.
“Kami ingin agar kegiatan seperti ini, baik dalam bentuk Kejurkab maupun Open Turnamen, akan selalu digelar tiap tahun. Dengan keberlanjutan event, kita bisa melihat output atau hasil nyata dari proses latihan panjang yang dijalani oleh para atlet pesilat kita di Kabupaten Maros,” tambahnya.
Semangat para atlet yang bertanding di atas gelanggang menjadi bukti bahwa regenerasi pendekar di Kabupaten Maros berjalan dengan sangat baik. Kejurkab 2026 ini pun diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya kesatria-kesatria silat yang menjunjung tinggi nilai budaya sekaligus prestasi olahraga di masa depan.





