POSTIMUR MAROS – Sabtu, 20 Juni 2026, menjadi hari yang tak terlupakan bagi warga Dusun Jangka-Jangkaya, Desa Tunikamaseang. Sejak pagi buta, suasana pesisir yang biasanya tenang telah berubah menjadi panggung keceriaan yang penuh adrenalin. Deru mesin perahu yang khas memecah keheningan, menandai dimulainya perhelatan akbar: Lomba Jolloro Mini Race.
Acara yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80 melalui tajuk Kapolres Maros Competition ini, sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata. Bukan sekadar ajang adu kecepatan di atas air, kompetisi ini menjadi simbol sinergitas yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir Maros.

Kehadiran Tokoh Penggerak
Tepat pukul 09.00 WITA, suasana semakin hangat dengan kehadiran jajaran pimpinan wilayah. Camat Bontoa, Muh. Maudu, S.Hut., M.S.P., tampak hadir dengan antusiasme tinggi. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan pelestarian budaya laut yang dikemas secara modern.
Beliau hadir berdampingan dengan Kapolsek Lau, AKP Syamsir, SH., yang mewakili semangat Polri dalam merangkul komunitas hingga ke pelosok desa. Kehadiran mereka semakin lengkap dengan pendampingan dari Kepala Desa Tupabbiring, Muh. Arief, S.Pd., yang menunjukkan betapa solidnya koordinasi antar-desa di wilayah Kecamatan Bontoa untuk menyukseskan acara ini.
Jolloro Mini: Tradisi yang Beradu Cepat
Jolloro, perahu kayu tradisional yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat nelayan, kali ini tampil dalam versi “Mini”. Meski berukuran lebih kecil, kegesitan perahu-perahu ini saat adu kecepatan di lintasan Dusun Jangka-Jangkaya mengundang decak kagum.
Para peserta, yang berasal dari berbagai penjuru Kabupaten Maros dan sekitarnya, menunjukkan keahlian luar biasa dalam mengendalikan kemudi. Sorak-sorai penonton yang memadati pinggiran lintasan empang menambah atmosfer kompetisi menjadi kian membara.
Sinergitas dan Bhakti Polri
Dalam sambutannya, Camat Bontoa, Muh. Maudu, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Maros dan Polsek Lau. “Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan yang kreatif dan menyentuh kearifan lokal. Jolloro adalah identitas kita, dan hari ini kita merayakan identitas itu dalam semangat Hari Bhayangkara,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kapolsek Lau AKP Syamsir menambahkan bahwa kejuaraan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi. “Di usia Polri yang ke-80, kami ingin memastikan kemitraan dengan warga, khususnya di wilayah pesisir Bontoa, terjalin semakin erat. Keamanan dan ketertiban bermula dari kedekatan hati antara petugas dan masyarakat,” pungkasnya.
Lebih dari Sekadar Balapan
Hingga matahari tepat berada di atas kepala, perlombaan masih berlangsung sengit. Namun, di balik kompetisi tersebut, ada perputaran ekonomi lokal yang tumbuh; pedagang kaki lima meraup untung, dan nama Dusun Jangka-Jangkaya kian dikenal sebagai destinasi wisata sport tourism yang potensial di Maros.
Lomba Jolloro Mini Race tahun 2026 ini bukan hanya tentang siapa yang mencapai garis finis tercepat, melainkan tentang bagaimana sebuah tradisi mampu menyatukan semua elemen bangsa dalam kegembiraan. Selamat Hari Bhayangkara ke-80! Dari Bontoa untuk Indonesia yang lebih harmonis.





