POSTIMUR MAROS – Di tengah deru digitalisasi yang seringkali membuat informasi berlalu begitu cepat, sebuah buku tetap memiliki tempat yang sakral. Ia adalah lembaran sejarah yang menyimpan napas dari sebuah perjalanan. Inilah yang dirasakan ketika menelisik kehadiran buku berjudul “BupAAS: Jalan Pengabdian”, sebuah karya yang mengabadikan dedikasi Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman.
Momen kebersamaan yang hangat pada Jumat, 19 Juni 2026, menjadi saksi apresiasi mendalam dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi. Dalam pertemuan yang turut dihadiri Bupati Maros, Chaidir Syam, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Maryam A. Asman, Fatmawati tidak segan memberikan pujian tinggi atas terbitnya buku tersebut.
Bagi Fatmawati, buku yang disusun apik oleh penulis Muhammad Ashri Samad ini bukan sekadar tumpukan kertas. Ia adalah sebuah karya istimewa.
“Buku luar biasa. Berarti penulis mempunyai banyak referensi dan rujukan yang dieksplor,” ujar Fatmawati penuh kekaguman. Baginya, buku ini adalah hadiah ulang tahun yang tidak hanya berkesan secara personal bagi sang Bupati, tetapi juga memiliki nilai sejarah bagi masyarakat luas.
Jejak yang Menjadi Kompas
“BupAAS: Jalan Pengabdian” hadir sebagai potret utuh tentang bagaimana seorang pemimpin mengemban amanah. Di era yang serba cepat ini, mendokumentasikan perjalanan seorang pemimpin adalah langkah krusial. Buku ini menjadi jembatan bagi generasi mendatang untuk memahami nilai-nilai, tantangan, dan komitmen yang menjadi fondasi kepemimpinan Andi Asman Sulaiman di Bumi Arung Palakka.
Bupati Bone sendiri menyambut apresiasi tersebut dengan penuh kerendahan hati. Baginya, angka-angka dalam birokrasi atau pencapaian fisik seringkali tidak cukup untuk menceritakan “jiwa” dari sebuah pengabdian. Melalui buku ini, ia berharap pesan-pesan moral dan kerja kerasnya dapat tersampaikan dengan lebih personal kepada masyarakat.
“Terima kasih. Kami berharap buku BupAAS: Jalan Pengabdian dapat menjadi bagian dari komunikasi dan informasi kepada publik yang efektif,” tutur Asman.
Sebuah Simbol Makna
Lebih dari sekadar catatan biografi, buku ini adalah pengingat bahwa setiap langkah pengabdian memiliki makna yang layak untuk diabadikan. Ia adalah wujud nyata dari upaya menjaga transparansi dan kedekatan pemimpin dengan rakyatnya melalui jalur literasi.
Di balik sampul buku “BupAAS: Jalan Pengabdian”, tersimpan harapan bahwa akan muncul banyak inspirasi baru. Bahwa di setiap daerah, ada cerita tentang kerja keras yang bila dituangkan dalam tulisan, akan mampu menyalakan semangat bagi mereka yang ingin mengabdi untuk negeri.
Sebab pada akhirnya, jabatan akan berakhir seiring waktu, namun catatan tentang pengabdian—seperti yang telah diabadikan dalam buku ini—akan terus hidup menjadi kompas bagi generasi yang akan datang.





