Menjemput Solusi di Awal Pekan: Camat Bontoa Pimpin Rapat Strategis Penanganan Sampah Pasar Panjallingan

POSTIMUR MAROS – Mengawali pekan pertama di bulan Mei dengan semangat pelayanan, Camat Bontoa, Muh. Maudu, S.Hut., M.S.P., menggelar rapat internal taktis pada Senin pagi, 4 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung hangat namun serius ini difokuskan pada satu isu krusial: optimalisasi pengelolaan sampah di area Pasar Panjallingan.

Kehadiran para pemangku kepentingan kunci menjadi bukti komitmen kolektif Pemerintah Kecamatan Bontoa dalam menjaga kebersihan lingkungan. Turut hadir dalam rapat tersebut Lurah Bontoa, H. Syaiful, SE., Kepala Pasar Panjallingan, Suardi Batolla, Kepala Lingkungan Panjallingan, Faisal Matto, serta garda terdepan kebersihan, Muh. Basir.

Tantangan Armada Dan Estetika Pasar

Fokus utama diskusi adalah keberadaan kontainer sampah di Pasar Panjallingan yang kerap mengalami penumpukan. Persoalan ini bukan tanpa alasan; keterbatasan armada pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros menjadi tantangan utama yang harus dicarikan jalan keluar segera.

“Pasar adalah denyut nadi ekonomi warga. Jika persoalan sampah tidak dikelola dengan manajemen yang presisi, hal ini akan berdampak pada kenyamanan pedagang maupun pembeli, serta kesehatan lingkungan sekitar,” ujar Camat Bontoa, Muh. Maudu, di sela-sela rapat.

Sinergi Lintas Lini

Dalam pertemuan tersebut, Muh. Maudu menekankan pentingnya sinkronisasi jadwal antara petugas kebersihan di lapangan dengan jalur koordinasi ke DLH Maros. Lurah Bontoa, H. Syaiful, menambahkan bahwa edukasi kepada pedagang pasar juga perlu ditingkatkan agar pembuangan sampah ke kontainer dilakukan secara lebih teratur.

Sementara itu, Muh. Basir selaku petugas kebersihan memberikan potret nyata kondisi lapangan, yang kemudian ditanggapi oleh Kepala Pasar dan Kepala Lingkungan dengan komitmen untuk memperketat pengawasan di area kontainer agar tidak terjadi penumpukan liar di luar bak yang disediakan.

Langkah Strategis ke Depan

Rapat internal ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan, di antaranya:

Penyusunan Jadwal Khusus: Menyesuaikan ritme pengumpulan sampah pasar dengan jadwal kedatangan armada DLH yang terbatas.
Komunikasi Intensif: Membangun jalur koordinasi yang lebih cepat dengan pihak DLH Kabupaten Maros guna memastikan kontainer yang penuh segera terangkut.
Gotong Royong Kebersihan: Mengajak seluruh elemen pasar untuk menjaga area sekitar kontainer tetap bersih sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Pertemuan ini diakhiri dengan peninjauan singkat ke lokasi. Langkah proaktif Camat Bontoa dan jajarannya menunjukkan bahwa keterbatasan sarana bukanlah penghalang untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, masalah sampah di Pasar Panjallingan diharapkan dapat terurai demi mewujudkan Bontoa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *