POSTIMUR MAROS – Kabar gembira menyapa ribuan keluarga di Kabupaten Maros. Memasuki pertengahan tahun 2026, pemerintah memastikan sebanyak 15.114 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan akses bantuan pangan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk periode April–Juni.
Penyaluran ini menjadi oase di tengah dinamika kebutuhan pokok masyarakat. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, mengungkapkan bahwa saat ini proses distribusi bantuan tengah berjalan secara bertahap.
“Penyaluran kami lakukan secara periodik, yakni setiap tiga bulan sekali. Tahun ini, ada empat tahap penyaluran yang telah dijadwalkan, mencakup Januari-Maret hingga Oktober-Desember,” ujar Andi Zulkifli saat dikonfirmasi, Rabu (20/05/2026).
Bantuan Langsung ke Rekening Dalam mekanisme penyaluran ini, setiap KPM menerima haknya sebesar Rp200 ribu per bulan. Karena sistem pencairan dilakukan per tiga bulan, maka dalam satu tahap, setiap keluarga menerima dana tunai sebesar Rp600 ribu yang langsung masuk ke rekening masing-masing penerima.
Andi Zulkifli juga memberi catatan bahwa angka 15.114 penerima ini belum bersifat final. “Masih ada sejumlah KPM yang berstatus SPM (Surat Perintah Membayar) dan saat ini sedang dalam proses tindak lanjut. Jadi, ada potensi jumlah penerima masih bisa bertambah,” tambahnya.
Tepat Sasaran Berdasarkan Data Pusat Ketepatan sasaran bantuan ini mengacu pada regulasi pusat, yakni Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor 22 Tahun 2026. Aturan ini menetapkan peringkat kesejahteraan keluarga (desil) sebagai tolok ukur. Keluarga yang berada dalam kategori desil 1 hingga desil 4 menjadi prioritas untuk menerima bantuan sosial, baik melalui Program Keluarga Harapan (PKH) maupun program sembako (BPNT).
Apresiasi Bupati Maros Merespons penyaluran bantuan tersebut, Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa dukungan ini merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat kurang mampu di wilayahnya.
“Bantuan ini sangat krusial untuk meringankan beban masyarakat, terutama dalam memastikan kebutuhan pangan sehari-hari terpenuhi dengan baik,” pungkas Chaidir Syam.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga di Kabupaten Maros dapat terjaga, sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya menyejahterakan masyarakat.





