“Rambo Pamungkas” dari Maros: Jejak Kurban Presiden Prabowo di Pelosok Camba

POSTIMUR MAROS – Iduladha tahun 2026 di Kabupaten Maros akan memiliki kesan yang berbeda. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah memastikan kehadirannya melalui pemberian seekor sapi kurban istimewa yang akan disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Camba, tepatnya di Kelurahan Cempaniga.

Sapi yang menjadi pusat perhatian ini bukanlah sapi sembarangan. Ia adalah seekor Simental perkasa dengan bobot mencapai 951 kilogram yang diberi nama unik: “Rambo Pamungkas”.

Standar Tinggi dari Istana

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengungkapkan bahwa proses pemilihan sapi ini tidak asal-asalan. Pihak Sekretariat Negara (Setneg) bersama Kementerian Pertanian telah melakukan peninjauan ketat guna memastikan hewan kurban Presiden memenuhi standar kesejahteraan dan kesehatan.

“Alhamdulillah, sapi yang dipilih untuk kurban Bapak Presiden memenuhi standar. Bobotnya yang mencapai 951 kilogram sudah melampaui kriteria minimal 900 kilogram yang ditetapkan pihak kepresidenan,” ujar Chaidir saat meninjau peternakan, Jumat (22/05/2026).

Menariknya, Presiden Prabowo secara khusus menginstruksikan agar sapi kurban dibeli dari peternak lokal. Hal ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap ekonomi peternak di daerah.

Dari Kandang Lokal Menuju Meja Warga

Rambo Pamungkas berasal dari peternakan Putra HTT Farm milik Rudiansyah di Lingkungan Sambotara, Kecamatan Mandai. Dengan mahar mencapai Rp95 juta, sapi ini kini menjadi simbol kebanggaan bagi warga Maros.

Bagi Rudiansyah, terpilihnya sapi miliknya adalah sebuah anugerah yang tak disangka-sangka. Ia mengaku tidak memberikan perlakuan khusus atau diet mewah selama lima tahun merawat Rambo Pamungkas.

“Pakannya sederhana saja, hanya rumput dan comboran. Nama ‘Rambo Pamungkas’ sendiri saya berikan karena warna tubuh dan kegagahannya yang sekilas mirip karakter Rambo,” tutur Rudi dengan bangga.

Meski sempat didekati banyak pengusaha yang ingin meminang Rambo, Rudi mengaku belum menemukan kecocokan harga—hingga akhirnya “pinangan” datang dari orang nomor satu di Indonesia.

Mendekatkan Kurban ke Pelosok

Ada pesan sosial yang kuat di balik pemilihan lokasi penyembelihan tahun ini. Bupati Chaidir Syam menegaskan bahwa penyaluran kurban sengaja diarahkan ke wilayah Kecamatan Camba, alih-alih di pusat kota Maros.

“Selama ini sapi kurban Presiden lebih banyak terpusat di kota. Tahun ini kita arahkan ke Kecamatan Camba agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah yang lebih membutuhkan,” jelas Chaidir.

Proses penyembelihan dan pembagian daging nantinya akan dikelola secara gotong royong oleh pemerintah kecamatan dan pengurus masjid setempat. Data warga kurang mampu pun telah dipersiapkan agar penyaluran daging kurban “Rambo Pamungkas” ini tepat sasaran dan membawa keberkahan bagi masyarakat di Kelurahan Cempaniga.

Di balik kemegahan sosok Rambo Pamungkas, terselip harapan besar agar Iduladha tahun ini menjadi momentum kebersamaan antara pemimpin dan rakyatnya, hingga ke pelosok desa di Kabupaten Maros.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *