Kepala Desa Pajjukukang Hadiri Serah Terima Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Pos Timur, MAROS – Kepala Desa Pajjukukang, Saharuddin, didampingi Sekretaris Desa, Rahmat Nur, hadir dalam acara serah terima lokasi dan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk Desa Borimasunggu dan Desa Pajjukukang, Rabu (22/7/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bupati Maros, HAS, Chaidir Syam, bersama sejumlah Forkopimda.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan program prioritas nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui penataan kawasan pesisir.

Ada tiga kampung yang menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Maros, yakni Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, dan Desa Pajjukukang, Kecamatan Bontoa.

Diketahui, sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengusulkan lima lokasi, namun pihak KKP hanya menetapkan tiga titik setelah melalui proses verifikasi.

Satu lokasi ditetapkan sebagai kampung nelayan utama di kawasan Kuri, sedangkan dua lainnya menjadi kampung nelayan penyangga berada di Desa Borimasunggu dan Desa Pajjukukang.

Desa Pajjukukang masuk sebagai kampung nelayan penyangga akan memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp2,5 miliar untuk pembangunan fasilitas pendukung.

Fasilitas yang akan dibangun meliputi shelter pendaratan ikan, fondasi pabrik es portabel, bangunan perbekalan nelayan, dan sumur bor untuk penyediaan air bersih. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mendukung aktifitas masyarakat nelayan melaut sekaligus meningkatkan kualitas kawasan pesisir.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KKP, Thariq Haerul, mengatakan pembangunan di dua kampung nelayan penyangga ditargetkan selesai dalam 135 hari.

Menurut Thariq, perbedaan kampung nelayan utama dan penyangga hanya terletak pada kelengkapan fasilitas yang dibangun. “Kalau kampung nelayan utama fasilitasnya tentu lebih lengkap. Sementara untuk kampung penyangga, intervensi kita fokuskan pada fasilitas dasar yang paling krusial dibutuhkan nelayan, seperti shelter pendaratan ikan, pabrik es portabel, serta penyediaan air bersih,” jelasnya.

Seluruh fasilitas yang telah dibangun akan diserahkan untuk dimanfaatkan masyarakat nelayan setempat. Pengelolaannya akan dilakukan oleh KNMP yang dibentuk di masing-masing desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *