Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Muslim Maros (UMMA) menggelar Pelantikan Pengurus Komisariat Masa Khidmat 2026–2027 di Aula PD DDI Kabupaten Maros pada 30 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Revitalisasi Kepemimpinan PMII Universitas Muslim Maros dalam Mewujudkan Solidaritas Menuju Peradaban yang Progresif dan Berkelanjutan.” (Minggu/31/05/2026)
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus memperkuat komitmen kader untuk terus menghidupkan tradisi kaderisasi dan gerakan intelektual. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom), perwakilan sivitas akademika Universitas Muslim Maros, kader PMII Komisariat Universitas Muslim Maros, ketua KOPRI Komisariat IAI DDI Maros, serta pengurus PC PMII Maros.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Para pengurus yang dilantik secara resmi menerima amanah untuk menjalankan roda organisasi selama satu periode kepengurusan ke depan.
Dalam sambutan perdananya, Ketua Komisariat PMII Universitas Muslim Maros, Sahabat Fahril Zulhijas, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru harus mampu menjawab tantangan zaman melalui penguatan kaderisasi dan tradisi intelektual yang menjadi ciri khas PMII.
“Pelantikan ini merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Mari menjadikan kepengurusan ini sebagai ruang belajar untuk menghadirkan PMII yang semakin aktif, progresif, dan bermanfaat bagi kampus maupun masyarakat,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom), Sahabati Juliani. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran pembina dalam mengawal keberlangsungan organisasi serta memastikan proses kaderisasi berjalan sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai PMII.
“Kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan arahan dan pendampingan guna memastikan komisariat berjalan sesuai dengan arah gerak dan tujuan kaderisasi,” tegasnya.
Rangkaian sambutan kemudian dilanjutkan oleh perwakilan Universitas Muslim Maros, Bohari, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang tetap aktif berorganisasi sebagai sarana pengembangan diri dan kepemimpinan.
“Silakan berkreasi dan berinovasi dalam meningkatkan wawasan intelektual. Jadikan organisasi sebagai ruang untuk mengembangkan potensi diri, memperluas pengetahuan, serta membangun karakter kepemimpinan yang baik. Sukses untuk kita semua,” pesannya.
Sementara itu, Ketua KOPRI PMII Cabang Maros, Sahabati A. Hasbiah, mengajak seluruh kader, khususnya kader perempuan, untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan berani mengambil peran dalam berbagai ruang pengabdian.
Menurutnya, PMII dan KOPRI harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki keberanian untuk hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.
“Perempuan PMII harus terus bergerak, belajar, dan berkarya. Kader perempuan harus menjadi pelopor perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, kampus, dan masyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, PC PMII Maros yang diwakili oleh Sekretaris Cabang, Muhammad Akbar M., menegaskan bahwa di tengah era disrupsi, PMII menjadi wadah yang relevan dalam membentuk karakter kader dan melahirkan perubahan sosial.
“PMII adalah ruang kaderisasi sekaligus ruang perubahan sosial. Di sinilah kader ditempa untuk memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat. Saya berharap Komisariat UMMA mampu menjadi ruang kaderisasi yang hidup, ruang dialektika yang sehat, serta menjadi penggerak intelektual dan sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Upgrading Pengurus Komisariat yang bertujuan memperkuat kapasitas, pemahaman organisasi, serta arah gerak kepengurusan yang baru.
Melalui momentum tersebut, PMII Komisariat Universitas Muslim Maros meneguhkan komitmennya untuk terus melahirkan kader-kader yang progresif, kritis, dan berdaya saing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kaderisasi, tradisi intelektual, serta pengabdian sosial guna menjawab berbagai tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.


