Menjemput Sehat di Pajukukang: Sinergi Mewujudkan Sanitasi Layak Melalui Program Sanimas 2026

POSTIMUR MAROS – Lingkungan yang bersih adalah cermin masyarakat yang sehat. Semangat itulah yang melandasi pertemuan penting di Aula Kantor Desa Pajukukang, Kabupaten Maros, pada Senin (13/04/2026). Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUTPRPKPP) Kabupaten Maros menggelar Sosialisasi Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) SPALD DAK Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah strategis pemerintah daerah dalam mengakselerasi penyediaan infrastruktur dasar bagi warga. Fokus utamanya adalah Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah Domestik, khususnya melalui sub-kegiatan penyediaan unit pengelolaan setempat (DAK Fisik Sanitasi).

Sinergi Lintas Sektor untuk Pajukukang

Aula kantor desa tampak dipadati oleh para pemangku kepentingan yang melambangkan kuatnya dukungan akar rumput. Hadir langsung Kepala Desa Pajukukang, Bapak Saharuddin, bersama Ketua BPD, Bapak Akbar Sahabaka. Kehadiran tokoh pimpinan desa ini menegaskan bahwa program sanitasi adalah prioritas dalam pembangunan desa tahun mendatang.

Tak hanya jajaran pemerintahan desa, keamanan dan ketertiban juga turut mengawal melalui kehadiran Binmas dan Babinsa. Unsur kewilayahan seperti Kepala Dusun Panaikang dan Kepala Dusun Polewali, serta para Ketua RT dari kedua dusun tersebut, hadir untuk memastikan teknis pelaksanaan program dapat menjangkau rumah tangga yang paling membutuhkan.

Peran perempuan juga menjadi sorotan utama. Kader Posyandu dan penggerak PKK tampak antusias menyimak paparan materi. Kehadiran mereka, bersama Pendamping Desa (PD/PLD), menjadi kunci keberhasilan program mengingat peran vital ibu rumah tangga dalam mengelola kesehatan keluarga dan lingkungan.

Mengapa Sanimas SPALD DAK Begitu Penting?

Dalam sosialisasinya, perwakilan Dinas PUTPRPKPP Maros menekankan bahwa akses terhadap sanitasi yang layak adalah hak dasar setiap warga. Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Sanitasi tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Maros berkomitmen menyediakan unit pengelolaan air limbah setempat yang memenuhi standar teknis dan kesehatan.

“Tujuannya jelas, kita ingin memutus rantai pencemaran lingkungan akibat limbah domestik yang tidak terkelola. Jika sanitasinya baik, maka angka stunting menurun, kesehatan meningkat, dan kualitas hidup warga Pajukukang pun akan lebih baik,” ujar salah satu pemateri.

Gotong Royong Sebagai Kunci

Program Sanimas mengedepankan prinsip pemberdayaan. Artinya, keberhasilan pembangunan fisik unit sanitasi ini nantinya sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat—mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga pemeliharaan di masa depan.

Kepala Desa Pajukukang, Saharuddin, menyambut baik terpilihnya Desa Pajukukang sebagai lokus program ini. Beliau mengajak seluruh perangkat RT, Kadus, hingga kader untuk bersatu padu mengawal program ini agar tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Dusun Panaikang dan Polewali.

Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, Desa Pajukukang resmi memulai perjalanannya menuju desa yang lebih bersih, sehat, dan bermartabat. Harapannya, di tahun 2026 nanti, fasilitas sanitasi yang dibangun bukan hanya menjadi bangunan fisik semata, melainkan simbol perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi seluruh elemen masyarakat Maros.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *