Menuju Kampung Nelayan Merah Putih: Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Transformasi Pesisir Maros

POSTIMUR MAROS – Semangat kolaborasi untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Maros kian menguat. Hari ini, Jumat (01/05/2026), menjadi tonggak penting bagi masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Kecamatan Bontoa.

Camat Bontoa, Muh. Maudu, S.Hut., M.S.P., bersama Kepala Desa Pa’jukukang, Saharuddin, menghadiri pertemuan strategis terkait penentuan lokasi Proyek Strategis Nasional: Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pertemuan ini berlangsung khidmat di Ruang Rapat Bupati Maros.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., MH. Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa pemilihan lokasi ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi nelayan serta menciptakan kawasan pesisir yang bersih, tertata, dan modern.

Pertemuan ini membahas tindak lanjut dari Survei Topografi yang sebelumnya telah dirampungkan oleh tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. Data hasil survei tersebut menjadi acuan utama dalam menentukan kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung di Desa Pa’jukukang yang digadang-gadang akan menjadi wajah baru Kampung Nelayan Merah Putih.

Camat Bontoa, Muh. Maudu, menyatakan dukungannya penuh terhadap program ini. “Kami di tingkat kecamatan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa agar proses persiapan lokasi berjalan lancar. Kampung Nelayan Merah Putih ini adalah harapan baru bagi warga nelayan kita untuk memiliki sentra ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing,” ujarnya di sela-sela pertemuan.

Senada dengan hal tersebut, Kades Pa’jukukang, Saharuddin, mengungkapkan antusiasme warganya. “Masyarakat sangat menyambut baik kehadiran program ini. Kami berharap Kampung Nelayan Merah Putih nantinya benar-benar menjadi ikon yang mengangkat derajat taraf hidup nelayan di Pa’jukukang,” tuturnya.

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan inisiatif Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melakukan penataan kawasan pesisir agar lebih asri, produktif, dan memiliki ekosistem yang terintegrasi. Dengan selesainya survei topografi ini, diharapkan pembangunan fisik di lapangan dapat segera terwujud dalam waktu dekat.

Sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Maros, serta pemerintah desa ini diharapkan menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan kawasan pesisir yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga indah dan nyaman sebagai tempat tinggal masyarakat nelayan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *