POS TIMUR LUWU UTARA – Kelangkaan gas LPG 3 kg (gas melon) menjelang Lebaran telah mencapai titik kritis, membuat masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro tercekik. Pangkalan-pangkalan nakal yang menaikkan harga jual melebihi aturan yang telah ditetapkan, semakin memperparah situasi.
“Kelangkaan gas hari ini bukanlah kesalahan alam, tapi kesalahan manusia yang lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada kepentingan rakyat,” kata Muhammad Baso Ramdhan, Ketua GMNI UNM, dengan nada yang tegas.
Ramdhan menuding bahwa distribusi gas LPG 3 kg, yang merupakan program subsidi pemerintah, telah disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. “Jangan sampai ada praktik curang yang dilakukan oleh pangkalan-pangkalan nakal, karena itu sama saja dengan merampok hak rakyat,” tambahnya.
Saya mendesak aparat pemerintah untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas terhadap pangkalan-pangkalan yang melakukan kecurangan. “Aparat harus bertindak, jangan hanya duduk diam sementara rakyat menderita,” tegas Ramdhan.
Gas elpiji 3 kg adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro, sehingga distribusi yang benar dan adil sangat penting untuk mencegah kesulitan ekonomi.





