Yayasan Al-Irsyad DDI Cambalagi Kukuhkan 240 Santri Tahun 2026

Yayasan Al-Irsyad DDI Cambalagi menggelar ramah tamah dan pengukuhan alumni. Kegiatan tersebut mengukuhkan 240 santri dan santriwati yang terdiri atas 127 siswa Madrasah Tsanawiyah dan 113 siswa Madrasah Aliyah. Sabtu, 9 Mei 2026.

Acara berlangsung di lapangan utama Yayasan Al-Irsyad DDI Cambalagi dan dihadiri oleh jajaran majelis pembina, tenaga pendidik, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah dan lembaga terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pokjawas Kemenag Maros H. Aris S.Ag., MA , Ketua PD DDI Kabupaten Maros Muh. Jamil S.Ag., M.Pd.I , Camat Bontoa Muhammad Maudu, S.Hut., MSP , Kepala Desa Tupabbiring Muh. Arief Tayyeb, S.Pd , serta unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.

Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar para santri di Yayasan Al-Irsyad DDI Cambalagi. Selain sebagai seremoni kelulusan, kegiatan ini juga menjadi momentum awal bagi para lulusan untuk mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.

Perwakilan alumni, Muh. Fajri Assiking, Lc , menyampaikan motivasi kepada para lulusan agar menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT.

“Belajar, baik ilmu agama maupun umum, harus diniatkan karena Allah SWT agar mendapatkan keberkahan dan kesuksesan,” ujarnya.

Ketua Pokjawas Kemenag Maros, H. Aris, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan adab dalam proses pendidikan.

“Jangan hanya mengejar ilmu tanpa adab. Adab itu lebih utama dari ilmu,” pesannya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok, Ust. Wajdi, S.Ag , berpesan agar para santri terus melanjutkan pendidikan dan tidak berhenti belajar.

Camat Bontoa, Muhammad Maudu, juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan.

“Jangan kecilkan hati dengan kondisi keluarga. Dengan semangat belajar dan niat yang baik, Allah akan membuka jalan menuju keberhasilan,” ujarnya.

Ketua PD DDI Kabupaten Maros, Muh. Jamil, pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di madrasah, khususnya di lingkungan DDI Cambalagi, agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa mengabaikan saling pembelajaran.

Acara ramah tamah tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi ajang silaturahmi antara pihak yayasan, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *