Asyraf Jadi Inspirasi Peserta MTQ XXXIV Sulsel di Maros

banner 468x60

Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Kabupaten Maros menjadi ajang strategi dalam melahirkan generasi Qurani berprestasi. Di tengah momentum tersebut, sosok Asyraf, pemuda asal Maros, dinilai layak menjadi inspirasi bagi para peserta, Sabtu (18/04/2026)

Asyraf, kelahiran Maros, 11 Oktober 1998, dikenal sebagai hafiz dan pegiat seni kaligrafi dengan capaian hingga tingkat nasional. Ia berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an dalam waktu sekitar satu setengah tahun, serta menguasai hafalan 100 hadis beserta sanadnya melalui proses belajar yang disiplin.

Sejak usia remaja, Asyraf telah menorehkan berbagai prestasi. Pada ajang Festival Anak Saleh Indonesia (FASI), ia meraih juara satu tingkat Kabupaten Maros dan Provinsi Sulawesi Selatan, serta juara tiga tingkat nasional di Bandung, Jawa Barat. Ia juga meraih juara satu di Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) tingkat kabupaten dan provinsi, serta juara harapan satu tingkat nasional di Tangerang, Banten.

Di cabang hafalan hadis dan sanad, Asyraf meraih juara satu pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kabupaten Maros dan provinsi, serta juara harapan dua di tingkat nasional. Pada ajang MTQ tahun 2020, ia kembali meraih juara satu tingkat kabupaten dan provinsi, serta mewakili Sulawesi Selatan pada tingkat nasional di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Salah satu pembina kafilah MTQ di Maros menilai, pencapaian Asyraf mencerminkan pentingnya proses pelatihan yang berkelanjutan.

“Prestasi tidak lahir secara instan. Diperlukan kedisiplinan, konsistensi, dan bimbingan yang tepat. Sosok seperti Asyraf bisa menjadi contoh bagi peserta MTQ saat ini,” ujarnya.

Dalam proses menghafal, Asyraf menerapkan pola belajar yang ketat, mulai dari selepas subuh hingga malam hari. Ia bahkan mengaku tidak menggunakan telepon selama masa intensif hafalan demi menjaga fokus.

Riwayat pendidikan Asyraf dimulai dari SD Manrimisi Lompo di Kecamatan Maros Baru, kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Hj. Haniah Pakere dan Pondok Pesantren Darul Muttaqin Maccopa. Ia juga menyelesaikan hafalan Al-Qur’an di PTQ Al-Amin Aminullah Barandasi.

Saat ini, Asyraf aktif sebagai tenaga pengajar di PTQ Al-Amin Aminullah Barandasi, PTQ Nurul Ala Nur Butta Toa, serta menjadi pengajar kaligrafi di STAI Al Furqan Makassar.

Asyraf berpesan kepada para peserta MTQ XXXIV Sulsel agar tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menjaga adab dan konsistensi dalam belajar.

“Bekerja keras dalam proses dan selalu meminta ridha orang tua agar ilmu yang didapat menjadi berkah. Selain itu, penting untuk menghargai guru dan menjaga sikap tawadu,” ujarnya.

Penyelenggaraan MTQ XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Maros diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga generasi yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *